10 Tujuan Tingkat Individu Al-Hadiid

Gambar

Bismillahirrahmanirrahim, pada dasarnya, individu merupakan acuan pertama pembinaan. Berdasarkan hal itu, program pembinaan kader FUKI Al-Hadiid berupaya menempatkan kehidupan setiap individu Al-Hadiid dalam naungan sistem Islam sehingga seluruh aspek kehidupannya hanya berada di bawah petunjuk Islam. Melalui cara tersebut, setiap individu akan menyadari bahwa Islam telah menawarkan sistem kehidupan yang baku kepada manusia melalui syariat yang membawanya pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan demikian program pembinaan FUKI Al-Hadiid berupaya mempersiapkan setiap individu untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tentukan, baik kewajiban atas dirinya, keluarganya, maupun masyarakatnya. Persiapan – persiapan tersebut mencakup hal – hal berikut :

Pertama, setiap individu dituntut untuk memiliki kekuatan fisik melalui sarana – sarana yang dipersiapkan Islam.

 

Kedua, setiap individu dituntut untuk memiliki ketangguhan akhlak sehingga mampu mengendalikan hawa nafsu dan syahwat.

 

Ketiga, setiap individu dituntut untuk memiliki keluasan wawasan. Artinya, dia harus mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk  mengembangkan wawasan.

 

Keempat, setiap individu dituntut untuk mampu menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam berbagai pekerjaan.

 

Kelima, setiap individu dituntut untuk memiliki kelurusan akidah yang hanya dapat mereka peroleh melalui pemahaman terhadap Al-Quran dan As-Sunnah.

 

Keenam, setiap individu dituntut untuk beribadah sesuai dengan petunjuk yang disyariatkan kepada Rasulullah. Pada dasarnya, ibadah bukanlah hasil ijtihad seseorang karena ibadah itu tidak diseimbangkan melalui penambahan, pengurangan, atau penyesuaian dengan kondisi dan kemajuan zaman.

 

Ketujuh, setiap individu dituntut untuk memerangi hawa nafsunya dan senantiasa mengokohkan diri diatas hukum – hukum  Allah melalui Ibadah dan amal saleh. Artinya, kita dituntut untuk berjihad melawan bujuk rayu setan yang menjerumuskan manusia pada kejahatan dan kebatilan.

 

Kedelapan, setiap individu dituntut untuk mampu memelihara waktunya sehingga dia akan terhindar dari kelalaian dan perbuatan sia – sia. Dengan begitu, dia pun akan mampu menghargai waktu orang lain sehingga dia tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan kesia – siaan, baik untuk kehidupan dunia maupun akhiratnya. Tampaknya, tepat sekali apa yang dikatakan oleh ulama salaf bahwa itu ibarat pedang. Jika tidak kita tebaskan dengan tepat, pedang itu akan menebas diri kita sendiri.

 

Kesembilan, setiap individu dituntut untuk mampu mengatur segala urusannya sesuai dengan keteraturan Islam. Pada dasarnya, setiap pekerjaan yang tidak teratur hanya akan berakhir pada kegagalan.

 

Kesepuluh, setiap individu harus menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain.

Karakter individu muslim adalah senantiasa mengerjakan kebaikan untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sepuluh sifat di atas merupakan tujuan yang diharapkan pada tingkat individu dalam program pembinaan Al-Hadiid.

– Ahmad Adam Yulian (Kadep Pembinaan Al-Hadiid 13/14)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s